Bahasa sangat diperlukan oleh setiap individu dalam berkomunikasi oleh orang lain. Namun tidak semua individu mempunyai kesempatan untuk berbahasa dengan baik. Beberapa di antaranya memiliki gangguan yang dapat menghambat komunikasinya. Salah satu gangguan tersebut dialami oleh seorang tokoh di dalam novel Memory of Glass yang ditulis oleh Akiyoshi Rikako. Tokoh tersebut ialah Kashihara Mayuko, pengidap gangguan fungsi eksekutif. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan performansi bahasa Mayuko serta menjelaskan penyebab dan gejala padanya, juga pengobatan yang ia lakukan. Penelitian ini memakai dua pendekatan, yaitu pendekatan teoretis dan pendekatan metodoogis. Pendekatan teoritis berupa berupa psikolinguistik dan pendekatan metodologis berupa pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini ialah tokoh yang ada di dalam novel. Teknik pengumpulan yang digunakan dalam penelitian ini ialah dengan teknik dokumentasi. Dalam analisis data, digunakan analisis data dengan model analisis Miles dan Huberman Dalam penyajian hasil analisi digunakan metode penyajian informal. Hasil penelitian ini menunjukkan dari kelima performansi bahasa, Mayuko memiliki gejala gangguan fungsi eksekutif seperti tidak dapat mengingat hal jangka pendek, kesulitan mengingat hal jangka panjang, kesulitan mengakses informasi, serta kesulitan mengontrol emosi. Penyebabnya ialah Mayuko cedera otak di bagian lobus temporalis. Mayuko juga berusaha untuk memperbaiki ingatannya melalui pembuatan catatan mengenai kejadian-kejadian yang belum dan sudah terjadi.
Copyrights © 2021