Culturally Responsive Teaching (CRT) merupakan pendekatan teoritis yang bertujuan membantu siswa menerima dan memperkuat identitas budayanya, serta meningkatkan prestasi belajar. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan penerapan pendekatan CRT dalam Projek Penguatan Pelajar Pancasila (P5) di SD Pedurungan Kidul 01 Semarang. Studi ini memakai metode kualitatif jenis deskriptif menggunakan analisis data deskriptif yang menjelaskan fakta dan kejadian yang terjadi yakni implementasi CRT pada Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Hasil studi yakni praktik CRT dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di sekolah tersebut berlangsung dengan mengintegrasikan permainan tradisional dan makanan tradisional Jawa dalam pembelajaran. Sedangkan kegiatan kokurikuler, siswa diperkenalkan kebudayaan Jawa dan dibiasakan menggunakan pakaian adat Jawa pada hari Kamis pekan pertama setiap bulan dan berkomunikasi menggunakan Bahasa Jawa sesuai dengan tingkatan berbahasa Jawa di hari Kamis. Simpulan penelitian ini yakni Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila menggunakan CRT memfasilitasi pelajar guna mengembangkan pengetahuan tentang Bahasa Jawa dan menanamkan nilai-nilai positif berbahasa Jawa.
Copyrights © 2024