Konsekuensi dari berkembangnya sains dan teknologi modern, terutama pada bidang komunikasi adalah munculnya globalisasi. Dalam globalisasi, komunikasi menjadi suatu hal yang penting bagi kehidupan manusia. Salah satu media komunikasi yang menarik untuk kita amati adalah televisi, karena dianggap sebagai produk globalisasi yang mampu memfasilitasi penyebaran identitas global pada ranah lokal. Salah satu film animasi yang hadir di masyarakat Indonesia adalah animasi Upin & Ipin yang berasal dari Malaysia. Kemudian, tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana dakwah dalam film serial Upin & Ipin di stasiun televisi MNCTV perspektif globalisasi dan sejauh mana film animasi Upin & Ipin menghomomogenisasi budaya Indonesia. Jenis penelitian ini adalah studi kasus. Objek penelitian ini adalah film animasi Upin & Ipin di MNCTV. Dalam membedah kasus ini, akan digunakan teori Gill Branston dan Roy Stafford tentang globalisasi. Teori globalisasi dibahas pada berbagai perspektif dan pendekatan, seperti pendekatan imperialisme budaya, homogenisasi dan oligopoli. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dakwah yang disampaikan oleh film animasi Upin & Ipin adalah adanya aspek akhlak, akidah dan syariah. Imperialisme budaya yang mempengaruhi anak-anak Indonesia adalah imperialisme budaya dalam bentuk bahasa. Adapun homogenisasi yang terjadi adalah segala macam tingkah laku (ideologi) dan aksesoris sangat digandrungi oleh anak-anak kecil di Indonesia.
Copyrights © 2021