cover
Contact Name
Muhamad Irhamdi
Contact Email
mudabbirjurnal@gmail.com
Phone
+6287859256449
Journal Mail Official
mudabbirjurnal@gmail.com
Editorial Address
Jln. Gajah Mada No. 100 Jempong Baru Pagesangan Mataram-Nusa Tenggara Barat.
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Mudabbir
ISSN : 29859409     EISSN : 30323517     DOI : 10.20414/mudabbir
Fokus jurnal Mudabbir Upaya memberikan makna yang universal terhadap ilmu manajeman dan ilmu dakwah, dengan argumentasi setiap ajakan kepada kebaikan maka itu bagian dari dakwah, dengan tujuan pengembangan yang kontekstual terhadap ilmu manajemen dan dakwah yang meliputi manajemen haji dan umrah, zakat, sumber daya manusia dan kajian-kajian yang memiliki nilai-nilai dakwah. Mudabbir Berisi kajian-kajian dan hasil penelitian yang berkaitan dengan ilmu manajemen dan dakwah secara konseptual dan kontekstual
Articles 64 Documents
OPTIMIZING THE ROLE OF MOSQUES IN INCREASING ISLAMIC SYIAR AS THE CENTRAL DA'WAH DURING THE COVID-19 PANDEMIC M Mugni Assapari; IRPAN IRPAN; Baiq Nuria Anjaswari
Mudabbir: Jurnal Manajemen Dakwah Vol. 1 No. 1 (2020): DAKWAH DAN SOSIAL KEAGAMAAN
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inovasi tanpa henti selalu dibutuhkan agar masjid dapat dijadikan barometer pusat peradaban dan syiar Islam seiring dengan perkembangan zaman oleh karena itu, masjid sebagai pemersatu umat dan tidak ditinggalkan. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui optimalisasi peran masjid dalam meningkatkan syiar Islam sebagai Central dakwah pada masa pandemi covid-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, pendekatan kualitatif. Peneliti terlibat langsung melakukan penelitian di lokasi masjid Al mahabbah Desa kabar. teknik Penelitian yang dilakukan oleh peneliti untuk memperoleh data yang dibutuhkan dengan cara; Observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan peran Masjid sebagai sarana da’wah dapat menjadi barometer dalam syiar islam, dan Ukhuwah Islaminyah yakni: Penerapan peran masjid dalam melakukan kegiatan dan program keagaman secara inklusif.
DAKWAH DAN INTERNET (INOVASI, PERKEMBANGAN DAN RESPON DAKWAH DI ERA VIRTUAL) Lalu muh Reza pratama; St Nurmakdan Jahabi
Mudabbir: Jurnal Manajemen Dakwah Vol. 1 No. 1 (2020): DAKWAH DAN SOSIAL KEAGAMAAN
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan atas perkembangan dunia internet tidak hanya menyentuh aspek-aspek ekonomi, pariwisata ataupun politik melainkan juga menyentuh aspek-aspek religius seperti aktifitas dakwah.Perbedaan metode, strategi dan manjemen dakwah pada masa kenabian terlihat sangat signifikan dengan era kekinian yang sangat identik dengan dunia digital seperti berapa aplikasi yang dimanfaatkan sebagai media dakwah youtube, instagram, blogger dan media sosial lainnya.Kreatifitas dan inovasi da?i menjadi sesuatu yang sangat penting dalam memanfaatkan internet untuk dijadikan sarana dakwah, sehingga dakwah tidak terseret kearah yang bersifat propaganda terhadap mad?u yang mengakses materi-materi dakwah tersebut. Dakwah digital identik dengan mad?u yang milenial atau remaja-remaja yang haus akan motifasi Islami. Oleh karena itu da?i memiliki keharusan atas kecakapan bermedia social sehingga pesan-pesan dakwah dapat diterima oleh khalayak ramai.Artikel ini membahas tentang bagaimana dunia internet masuk ke aktifitas-aktifitas dakwah sebagai media dakwah, artikel ini juga membahas tentang bagaiaman inovasi dan ketertarikan pelaku dakwah didalam memanfaatkan internet sebagai media dakwah.
PROBLEM DAN ANTISIPASI DAKWAH PESANTREN DI ERA GLOBALISASI Teguh Maulana Edwar; Baiq Novi Listiana Candra
Mudabbir: Jurnal Manajemen Dakwah Vol. 1 No. 1 (2020): DAKWAH DAN SOSIAL KEAGAMAAN
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dakwah merupakan istilah yang melekat pada agama islam. Semakin banyak aktifitas dakwah menandakan bahwa semakin antusias pemeluk islam itu sendiri didalam menyebarkan pesan-pesan agama begitu pula sebaliknya. Pesantren merupakan salah satu lembaga dakwah yang selalu konsisten dengan metode dakwah melalui pemebelajaran dengan aturan-aturan tertentu.Pondok pesanteren merupakan lembaga pendidikan nonformal yang tersebar diseluruh Indonesia baik di pelosok desa maupun perkotaan.Istilah pesantren identik dengan metode pemebelajaran yang tradisional dengan materi-materi kajian yang tematik dan terstruktur.Dalam artikkel ini penulis membahas tentang ers global yang bersifat alamiah dan moderen dengan realitas pesantren yang bersifat tradisionil.Sehingga artikel ini fokus membahas bagaimana dunia pendidikan pesantren dalam interfensinya terhadap era global yang tidak dapat ditolak keberadaannya.Apa saja yang menjadi problem pesantren dalam menentukan kurikulum dan fasilitas pendidikannya juga bagaimana tindakan preventif pesantren dalam menyaing era globalisasi.
KEPEMIMPINAN PEREMPUAN DALAM PERSPEKTIF Halimatuzzahro Halimatuzzahro; Laelin Farhani Azmi; Meri Andriani
Mudabbir: Jurnal Manajemen Dakwah Vol. 1 No. 1 (2020): DAKWAH DAN SOSIAL KEAGAMAAN
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepemimpinan perempuan sebenarnya merupakan suatu pokok bahasan yang telah banyak menuai berbagai polemik pada kalangan masyarakat Indonesia yang mayoritas memeluk agama Islam. Banyak yang masih memperdebatkan kredibilitas sosok perempuan sebagai pemimpin. Sebagian kelompok yang memahami agama secara ekstrem, tidak memperbolehkan perempuan menjadi pemimpin dengan dalil Al-Quran dan Al-Hadist. Namun, jika ditinjau lebih dalam lagi memakai perspektif agama dan sosial, sebenanya makna hakikatnya tidak seperti itu. Hal itu karena ada beberapa kriteria penilaian pada sifat alamiah perempuan yang membuatnya layak dijadikan sebagai pemimpin, diantaranya; partisipasi, memahami kebutuhan sesama perempuan, pelimpahan dan pemberian wewenang, serta berpandangan jauh ke depan.Oleh karena itu, jurnal ini akan membahas lebih dalam mengenai apa itu kepemimpinan, bagaimana kepemimpinan perempuan, apa perbedaan kepemimpinan laki-laki dan perempuan, serta pandangan berbagai kalangan mengenai kepemimpinan perempuan.
PENGARUH TEKNOLOGI KOMUNIKASI TERHADAP PERKEMBANGAN DAKWAH “TANTANGAN DAN MANFAAT” Sahril Halim; Baiq Asmiati Adawiyah; Lalu Abdul Gafar
Mudabbir: Jurnal Manajemen Dakwah Vol. 1 No. 1 (2020): DAKWAH DAN SOSIAL KEAGAMAAN
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islam adalah agama dakwah yang menuntut pemeluknya selalu menyampaikan pesan-pesan kebaikan baik dalam sikap (bil al-hal) ataupun dengan perkataan (bil lisan). Unsur-unsur dakwah dituntut untuk dapat menyusaikan diri dengan kondisi dimana dakwah itu sedang berlangsung. Diera teknologi global, aktifitas dakwah memiliki peluang untuk selalu tetap konsisten dalam penyebarannya, disisi yang lain aktifitas dakwah memiliki tantangan oleh keberadaan teknologi tersebut. Artikel jurnal ini membahas tentang bagaimana tantangan dan manfaat teknologi komunikasi sebagai fasilitas dakwah kekinian ditengah-tengah kontroversi keberadaan aktifitas dakwah dengan memanfaatkan teknologi komunikasi.Manjerial dalam aktifitas dakwah kekinian dituntut untuk selalu dapat berkompromi dengan kondisi sosial baik itu manjemen pesan, metode, strategi bahkan bahasa retorika yang berbeda dengan dakwah konvensional sehingga tidak menimbulkan kegelisahan ataupun keresahan atas aktifitas dakwah tersebut.
RESTROPEKSI SIKAP MUI NTB TERHADAPPAHAM SEMPALAN TRANS-NASIONALDALAM PERSPEKTIF MANAJEMEN DAKWAH Muhamaad Tohri; Rifqi ardian
Mudabbir: Jurnal Manajemen Dakwah Vol. 1 No. 1 (2020): DAKWAH DAN SOSIAL KEAGAMAAN
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Agama merupakan sebuah sistem yang mengatur semua sisi kehidupan pemeluknya baik dengan tuhannya, sesama manusia dan alam semesta. Agama tidak hanya menjanjikan kedamaian dan keharmonisan bagi pemeluknya, disisi lain agama menyimpan sensitifitas yang berujung konflik bagi pemeluknya yang tidak menyadari bahwa agama merupakan aturan yang suci dan dapat diterima oleh kondisi kultur social masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang membahas fenomena paham sempalan keagamaan yang bermuara pada konflik sosial dengan memunculkan beberapa fakta tentang fenomena paham keagamaan di Lombok. Adapaun fokus kajian penelitian ini adalah respon lembaga MUI NTB yang merupakan lembaga otoritatif dan kredibel dalam memdiasi, menjustifikasi juga memberi fatwa terhadap persoalan-persoalan keagamaan yang ada di level nasional maupun lokal.
REFLEKSI KEPEMIMPINAN UMAR BIN ABDUL AZIZ DALAM MENSEJAHTERAKAN RAKYAT MELALUI PERANTARA ZAKAT Muhamad Irhamdi; Dimas Ramadhani Adi Yusuf; Nyi Ayu Siti Aisyah
Mudabbir: Jurnal Manajemen Dakwah Vol. 1 No. 2 (2020): DAKWAH DAN SOLUSI SOSIAL
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Zakah is one of the five pillars of Islam. It is a form of obligatory charity that has the potential to ease the suffering of millions. Zakah is the practice where every Muslim gives 2.5 percent of their earnings if it has reaches haul, which is one Hijriah year (the completion period for a zakah asset). The most well-known zakah around people is called zakah al-fitr, a type of zakah that is only issued in the holy month of Ramadhan. During this time, people are just assuming that zakah is one of the obligations that need to be fulfilled. In fact, if examined more deeply, then there will be lots of benefits that can be obtained from doing the charity. One of the famous khilafah leaders that can show his success in carrying out the zakah during his era of leadership is Umar bin Abdul Aziz ra. Through zakah, he was able to proper all the lives of his people. He was also able to change the status of Muslims in his era from mustahik (those who deserve to get zakah) into muzakki (those who can pay for zakah). Indonesia, as one of the largest Muslim countries in the world, should look back at the history of how people before them succeeded in doing zakah. What's more, Indonesia itself has established the Agency or Institution of zakah that should have been able to provide some results. It is expected that with the establishment of these agency, then the economy in Indonesia can be increased, though only slightly. It has never been easy. But at least, they have tried their best. Mutual trust between the community and the officials had long been eroded. The government and those religious leaders should be able to restore mutual trust between them and also with the community. Because success cannot be achieved by just only one person, but there must be others that can support them.
STRTATEGI DAN SOLUSI DAKWAH PADA MASYARAKAT MULTIKULTURAL Hamdani Khaerul Fikri; Danu wiradaningrat
Mudabbir: Jurnal Manajemen Dakwah Vol. 1 No. 2 (2020): DAKWAH DAN SOLUSI SOSIAL
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

da'wah activities are activities inherent in Islam itself, so that in the process of da'wah activities, the seriousness of preachers in determining methods, strategies and messages of da'wah is very important, especially in Indonesian society which is very multicultural. The research addresses the issue of how to model da'wah in multicultural societies by describing its types, trends and identifying possible misunderstandings between individuals and one another or even between one cultural group and another. In this study also presented data and concepts about how the concept of da'wah in a multicultural society that has different characteristics and concepts from a homogeneous society.
MEMBANGUN JARINGAN SOSIAL DALAM PENERAPAN DAKWAH DI TENGAH MASYARAKAT Abdul Asis Ibrahim; Dewi Asri Ulandari
Mudabbir: Jurnal Manajemen Dakwah Vol. 1 No. 2 (2020): DAKWAH DAN SOLUSI SOSIAL
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Da'wah is an activity that functions as an appeal, invitation, to mankind to return to the right and good path according to religious teachings, and the religion that is blessed by Allah SWT is Islam, this is the basis that Islam is a religion of "rahmatan lil alamin" that is, a mercy for all of nature. In the implementation of effective and efficient dakwah activities, it requires a neat and strong social network, because social networks have links between individuals and individuals, individuals and groups, or groups and groups, so that the existence of this social network will have an effect on systematic da'wah work patterns. and structured to achieve the objectives of the da'wah itself
KARAKTER RELIGIUS-TOLERAN JAMAAH TABLIGH Irpan Irpan; Uswatun Uswatun Uswatun; Novianti Novianti
Mudabbir: Jurnal Manajemen Dakwah Vol. 1 No. 2 (2020): DAKWAH DAN SOLUSI SOSIAL
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Research on the religious-tolerant character of the jamaah tabligh, namely research with through interview and observation methods. Jamaah tabligh is a transnational da'wah movement. Jamaah tabligh does not only focus on the relationship between humans and the creator, but also instills a tolerant character towards other religions. The tolerant attitude instilled by the jamaah tabligh becomes a character that is inherent in every action so that it becomes very open to the parties. The delivery of da'wah messages according to the jamaah tabligh, can be conveyed to informants without differentiating between social status or profession, because the principle of the jamaah tabligh in its preaching is the invitation of humans to return to the path of Allah. The religious-tolerant character of the jamaah tabligh is part of the da'wah strategy that was practiced by the Prophet, by not condemning other people in his preaching activities. The religious-tolerant character of the jamaah tabligh is also the answer for some people who accuse the tabligh congregation of being a movement that is antipathy to other groups that are not in line with the method of proselytizing. The religious-tolerant character of the jamaah tabligh can be seen from the six new basics as the principle of preaching, namely, Al kalimah toyyibah, upholding prayer, knowledge and remembrance, glorifying fellow Muslims, sincere and finally Khuruj Fi Sabilillah