Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak konflik peran ganda (work-family conflict) terhadap kinerja karyawan. Konflik peran ganda sebagai variabel independen, sementara kinerja karyawan sebagai variabel dependennya. Jenis penelitian ini bersifat kuantitatif dengan subjek penelitian berupa pekerja, dengan sampel tiga puluh responden. Dalam era ini, fenomena pekerja khususnya pada wanita dihadapkan pada tuntutan berperan ganda, baik dalam konteks rumah tangga maupun dunia kerja. Kesulitan ekonomi menjadi salah satu faktor yang mendorong pekerja untuk berperan lebih dari satu. Dengan bekerja, mereka berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan keluarga, seringkali sebagai sumber penghasilan utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas peran ganda pekerja mencakup tanggung jawab rumah tangga dan tugas pekerjaan. Dampak dari peran ganda ini memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Semakin tinggi tingkat konflik peran yang dirasakan, maka kinerja karyawan akan terpengaruh secara negatif.
Copyrights © 2024