Latar Belakang: Perubahan fisik pada remaja mendorong dirinya berperilaku tanpa memikirkan risiko, salah satunya perilaku bullying. KPAI melaporkan pada tahun 2022 terjadi bullying sebanyak 226 kasus, termasuk 18 bullying di dunia maya. Situasi ini menggambarkan sejak lama lembaga pendidikan formal tidak kondusif bagi berlangsungnya pendidikan. Bullying adalah tindakan kekerasan dalam bentuk fisik, mulut, atau psikologis dilakukan dengan sengaja menyakiti individu. Bullying dipengaruhi oleh berbagai faktor, yaitu pola komunikasi orang tua dan kontrol diri. Pola komunikasi orang tua adalah asuhan orang tua kepada anak dalam membentuk konsep diri. Kontrol diri merupakan bentuk kendali seseorang dalam berperilaku. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan pola komunikasi orang tua dan kontrol diri dengan perilaku bullying pada remaja. Metode: Jenis penelitian korelasional melalui pendekatan cross sectional. Populasi sebanyak 248 orang dan sampel 153 orang dengan teknik proportional stratified random sampling. Analisis bivariat regresi linier sederhana dan analisis multivariat regresi linier berganda. Hasil: Terdapat hubungan pola komunikasi orang tua dan kontrol diri dengan perilaku bullying (p=0,05). Terdapat hubungan simultan pola komunikasi orang tua dan kontrol diri dengan perilaku bullying (p=0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan pola komunikasi orang tua dan kontrol diri dengan perilaku bullying serta terdapat hubungan simultan pola komunikasi orang tua dan kontrol diri dengan perilaku bullying.
Copyrights © 2023