Latar Belakang: Kebersihan menstruasi mengacu pada bagaimana wanita menjaga kesehatan dan kebersihannya selama menstruasi. Gara-gara kurang menjaga kebersihan, 5,2 juta remaja di Indonesia kerap mengeluhkan pruritus vulvae saat menstruasi. Alasannya adalah ketidaktahuan mengenai praktik kebersihan menstruasi, yang menyumbang 63% masalah.Metode: Jenis penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dan bersifat deskriptif dan analitis. Populasi penelitian adalah remaja putri kelas 11. 148 orang dijadikan ukuran sampel untuk teknik pengambilan sampel acak bertingkat proporsional. Kuesioner sebanyak 41 pertanyaan yang digunakan sebagai alat penelitian. Untuk mengetahui gambaran praktik higiene menstruasi, pengetahuan, dan kejadian pruritus vulvae digunakan analisis univariat. Dengan menggunakan uji Spearman Rank, dilakukan analisis bivariat.Hasil: Pengetahuan baik sebanyak 70 responden (47,3%). Praktik menstrual hygiene baik yaitu 78 responden (52,7%). Kejadian pruritus vulvae ringan yaitu 63 responden (42,6%). Hubungan pengetahuan tentang menstrual hygiene dengan kejadian pruritus vulvae (p-value =0,008; R=0,216), hubungan praktik menstrual hygiene dengan kejadian pruritus vulvae (p-value =0,009; R=0,213).Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan tentang menstrual hygiene dan praktik menstrual hygiene dengan kejadian pruritus vulvae pada remaja putri di SMAN 3 Sumedang 2023.
Copyrights © 2024