Perdagangan dan penyelundupan satwa liar marak terjadi yang apabila dibiarkan akan menimbulkan kepunahan. Upaya untuk mencegah terjadinya hal tersebut, diperlukan penyidik yang profesional mampu menangani tindak pidana di bidang konservasi sumberidaya alam hayati. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi prioritas dalam meningkatkan kompetensi Polri dalam penanganan konservasi Sumber Daya Alam hayati di Indonesia. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif, yang dimana data dikumpulkan melalui wawancara kepada 5 responden yang berprofesi sebagai regulator (2 orang), akademisi (2 orang) dan praktisi (1 orang), memiliki pengetahuan dan pengalaman yang mendalam di bidang konservasi SDA hayati, lalu hasilnya diolah menggunakan aplikasi superdecision versi 2,0. Selanjutnya, dilakukan analisis menggunakan Analytic Network Process (ANP). Hasil penelitian ini menunjukkan masalah prioritas yang berasal dari faktor internal sebesar 70,1% dan faktor eksternal sebesar 26,2%. Aspek masalah prioritas yang berasal dari faktor internal secara berurutan adalah Sumber Daya Manusia (51,2%) dan Regulasi (36,5%). Strategi prioritas yang berasal dari faktor internal sebesar 68,3% dan faktor eksternal sebesar 29,2%. Aspek strategi prioritas yang berasal dari faktor internal adalah Pelatihan sebesar 55,5% dan Revisi Regulasi sebesar 31,8%.
Copyrights © 2023