Lembaga pemasyarakatan dapat menjadi lingkungan patologis yang menyebabkan berbagai masalah psikologis bagi narapidana. Perubahan orientasi seksual menjadi salah satu fenomena yang sering dialami oleh narapidana dikarenakan faktor lingkungan sosial yang mengharuskan narapidana hidup dengan sesama jenis dalam kurun waktu lama. Penyimpangan orientasi seksual pada narapidana masih belum banyak dieksplorasi akibat minimnya penelitian terkait topik ini. Penelitian ini bertujuan untuk melihat fenomena penyimpangan orientasi seksual pada narapidana di Lembaga pemasyarakatan. Menggunakan metode penelitian deskripsi analitik, sebanyak 287 narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Cibinong dipilih secara acak untuk disurvei terkait orientasi seksualnya berdasarkan Kinsey scale test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sebagian besar narapidana memiliki orientasi seksual heteroseksual namun hanya kebetulan menjadi homoseksual 178 (62%) dan eksklusif heteroseksual 94 (32.8%). Setiap penambahan satu tahun masa tahanan akan meningkatkan peluang narapidana mengalami perubahan orientasi seksual. Perlu adanya intervensi lanjut untuk membantu narapidana dengan masalah penyimpangan perilaku seksual.
Copyrights © 2019