Kesehatan Jiwa adalah keadaan atau kondisi sehat badan jasmani,rohani,spiritual dan sosial, serta bukan hanya keadaan bebas dari penyakit, cacatdankelemahan, melainkanberkepribadian yang mandiridanberproduktif. Deteksi gejala dini dalam gangguan jiwa perlu disosialisasikan kepada masyarakat luas agar tidak terjadi keterlambatan penanganan pada fase awal penempisan atau deteksi kesehatan jiwa. Upaya kesehatan jiwa menjadi upaya kesehatan pokok keenam di Puskesmas. Namun tidak semua Puskesmas memiliki program layanan kesehatan jiwa. Tujuan : Mengetahuigambarandeteksidini statuskesehatan jiwa masyarakat di PuskesmasAtambua Selatan. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah non-eksperimen dengan metode kuantitatif menggunakan desain survey deskriptif. Instrument yang digunakan untuk deteksi dini kesehatan jiwa adalah SRQ 20-item. Penelitian ini mendeskripsikan tentang Kesehatan Jiwa Masyarakat di Puskesmas Atambua Selatan. Hasil : Deteksi dini kesehatan jiwa berjumlah 169 responden yang terindikasi masalah kesehatan jiwa/GME sebesar 29,6%; Normal/Tidak terindikasi masalah kesehatan jiwa sebesar 70,4%; gejala somatik sebesar 60,4%; gejala penurunan energi sebesar 60,4%; gejala cemas sebesar 52,7%; gejala depresi sebesar 36,1% dan gejala kognitif sebesar 37,3%. Kesimpulan: Deteksi dini kesehatan jiwa sangat penting dan perlu disosialisasikan kepada masyarakat untuk mencegah keterlambatan penanganan pada fase awal. Puskesmas harus melakukan follow up untuk meningkatkan kesehatan jiwa masyarakat melalui promosi kesehatan.
Copyrights © 2022