Agar bambu sebagai perkuatan beton pada komponen struktur bangunan dapat digunakan sebagai pengganti baja tulangan, maka diharuskan memiliki perilaku yang menjamin daktilitas balok, yang bisa dilihat antara lain dari perilaku lendutannya saat menerima beban. Sedangkan untuk mengatasi sifat tidak daktail pada balok bertulangan bambu maka dilakukan perbaikan berupa pemberian kekangan pada jalur tekan. Penelitian ini dilakukan untuk membahas tentang pengaruh pengekangan di jalur tekan terhadap kapasitas beban dan lendutan balok beton bertulangan bambu, Selain itu pada penelitian ini dilakukan penyelidikan tentang pengaruh variasi penggunaan spasing pengekang tulangan lateral. Dari hasil penelitian ditemukan pengekangan pada jalur tekan balok beton bertulang bambu berpengaruh pada peningkatan kapasitas beban, lendutan dan momen berturut-turut berkisar 82,11%-102,9% ; 30,02%-60,72% dan 80,95%-100,9%. Peningkatan kapasitas lendutan merupakan indikasi bahwa daktilitas balok juga akan meningkat, demikian juga dengan reduksi spasing yang semakin rapat pada balok beton bertulang bambu terjadi peningkatan kapasitas beban, lendutan dan momen.
Copyrights © 2023