Latar belakang : Motorik kasar (gross motor) yaitu aktifitas fisik yang membutuhkan koordinasi sebagian besar tubuh anak, yang melibatkan aktivitas otot besar seperti lengan seseorang untuk bergerak dan berjalan. Terdapat 4 tahapan kemampuan berjalan bayi, yaitu merambat, ditittah, berdiri tanpa bantuan dan berjalan. Dalam fase ini pemberian stimulasi motorik kasar dirasa tepat, karena stimulasi ini dapat mempersiapkan kekuatan otot, koordinasi dan keseimbangan yang diperlukan untuk fase selanjutnya. Permasalahan tumbuh kembang yang terjadi pada balita di sebabkan karena kurangnya stimulasi yang diberikan kepada balita. Kondisi ini terjadi karena kurangnya pemahan orang tua tentang stimulasi yang adekuat dengan usia balita. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara tingkat pemahaman orangtua terkait stimulasi dengan kemampuan motorik kasar usia 15 bulan yang diukur menggunakan kuisioner tingkat pemahaman orangtua dan ASQ3. Metode penelitian menggunakan Cross Sectional Study dengan pengambilan sampel 31 responden dengan menggunakan uji analisis. Hasil uji analisis kendall's tau-b menunjukan nilai p-value = 0.089 (>0.005) yang menunjukkan tidak ada hubungan antara tingkat pemahaman orangtua terkait stimulasi dengan kemampuan motorik kasar usia 15 bulan. Kesimpulan tidak ada hubungan antara tingkat pemahaman orangtua terkait stimulasi dengan kemampuan motorik kasar usia 15 bulan di Pediatric Therapy Center Ngawi.
Copyrights © 2023