Banyak upaya penanganan telah dilakukan, namun belum cukup efektif untuk mengatasinya. Pelibatan orangtua melalui konseling keluarga diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk menangani masalah tersebut. Tujuan penelitian, yaitu untuk mengetahui peningkatan kemampuan siswa menyesuaikan waktu dengan tata tertib sekolah setelah perlakuan konseling keluarga dan untuk mengetahui peningkatan ketepatan siswa datang ke sekolah setelah konseling keluarga. Subjek penelitian sebanyak 7 siswa yang dipilih secara purposive sampling dengan kriteria terlambat ≥ 6 kali. Konseling keluarga diberikan selama 2 minggu, perkembangan kehadiran siswa di sekolah dilakukan sebelum dan sesudah intervensi dilakukan selama 3 minggu. Variabel yang diamati adalah waktu kedatangan siswa ke sekolah serta penyebab keterlambatan jam datang. Teknik pengumpulan data adalah dokumentasi, observasi, dan wawancara. Data dianalisis secara deskriptif dan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan terjadi pengurangan keterlambatan dari 4 menjadi 3 kali selama pengamatan, dan kasus siswa terlambat berkurang dari 60 menjadi 6 kasus. Rata-rata jam datang siswa lebih cepat, dari semula jam 7:20 menjadi 6:37, frekuensi siswa terlambat berkurang, dari rata-rata 8,57 menjadi 0,86 kali, Jumlah siswa terlambat per hari juga berkurang, dari rata-rata 3,33 menjadi 0,33 orang. Kata Kunci: Konseling keluarga, keterlamabatan masuk sekolah, siswa, disiplin
Copyrights © 2014