Buruh migran domestik merupakan sosok yang sudah lama diperdebatkan sebagai kelompok perempuan yang paling dieksploitasi dan disubordinasi dalam konteks pembagian kerja di dunia kapitalisme global. Meskipun demikian, mereka sebenarnya aktif terlibat dalam berbagai kegiatan untuk bernegosiasi dengan struktur kekuasaan di pasar kerja transnasional. Tulisan ini mengulas bagaimana dan mengapa literasi digital memiliki peranan penting dalam kiprah Buruh Migran Indonesia (BMI). Saya berargumen bahwa BMI aktif melakukan 'reverse discourse’ secara individu dan kolektif untuk memperjuangan nilai dan legitimasi BMI melalu dunia blogging. Sebagai upaya untuk merekonstruksi identitas dan memberdayakan komunitas, dunia blogging adalah politik budaya, di mana identitas buruh migran dimaknai dan dipertanyakan. Foreign domestic workers are arguably one of the most exploited and subordinated groups of women in the labour division under global capitalism. However, Foreign Domestic Workers (FDWs) actively engage in activities to negotiate the prevailing structures of power in transnational labour market. This article will examine how and why literacy is central to the activism of Indonesian Domestic Workers (IDWs). I argue that IDWs actively exercise individual and collective 'reverse discourse' on the value and legitimacy of IDWs through blogging as a literacy practice. As an attempt to reconstruct their identity and empower their community, blogging becomes cultural politics, in which IDWs’ identity undergoes the process of meaning-making by the actors and readers.
Copyrights © 2013