Publish Date
30 Nov -0001
Keluarga dalam proses perceraian berada dalam kondisi yang membutuhkan penyesuaian dan penerimaan yang cukup berat bagi pasangan, anak-anak, dan anggota keluarga lainnya. Penelitian kualitatif ini dalam pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi mendalam terhadap 5-orang subjek. Kasus perceraian pada penelitian ini terjadi setelah pernikahan berlangsung antara 15–22 tahun, dengan demikian respondennya adalah remaja berusia 17–21 tahun. Hasil penelitan menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal antara orangtua (ibu) dengan anaknya dan dimensi religiusitas menjadi faktor yang cukup berperan menghadapi proses perceraian orangtua mereka, dan lebih siap pada kehidupan sebagai keluarga yang terpecah.
Copyrights © 0000