Hidup dalam keragaman ditengah Masyarakat adalah kenyataan yang tidak bisa ditolak. Hampir tidak ada tempat di Indonesia yang hanya terdiri dari satu suku, budaya atau satu kebiasaan. Umumnya diberbagai tempat terdiri dari beragam orang dengan berbagai latar belakang. Mobilitas Masyarakat sekarang ini memungkinkan setiap tempat dalam masyarakat terdiri dari kepelbagaian latar belakang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada dasar Alkitabiah yang mendukung pemahaman bahwa setiap komunitas masyarakat harus membangun kehidupan sekalipun berbeda suku, kebiasaan dan adat?. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Penelitian kualitatif yaitu mengumpulkan data lewat kepustakaan dan kemudian melakukan kerja hermeneutik Alkitabiah untuk Ulangan 24:19-22 dan juga penelitian di lapangan. Melalui pembahasan ini, penulis menawarkan suatu perspektif baru dalam memahami dan membangun kebersamaan jemaat dan Masyarakat di Tengah keragaman latar belakang. Dan artikel ini akan diakhiri dengan kesimpulan.
Copyrights © 2024