Pertanaman jagung tidak lepas dari kehadiran gulma sebagai pengganggu tanaman. Kehadiran gulma seringkali menyebabkan penurunan hasil dan mutu biji pada pertanaman jagung. Penurunan hasil bergantung pada jenis gulma, kepadatan, lama persaingan, dan senyawa allelopati yang dikeluarkan oleh gulma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui umur periode kritis kompetisi tanaman jagung varietas hibrida terhadap gulma, serta produksi biji jagung akibat kompotisi dengan gulma. Penelitian dilaksanakan dengan rancangan acak kelompok yang terdiri dari tujuh perlakuan pengendalian gulma berdasarkan umur tanam jagung dan diulang sebanyak tiga kali. Parameter pengamatan terdiri dari tinggi tanaman, jumlah daun, panjang tongkol, bobot tongkol, dan lingkar tongkol. Hasil pengamatan dianalisis dilanjutkan denga uji BNT taraf 0.05%. Hasil pengujian menunjukkan bahwa periode kritis kompotisi tanaman jagung terhadap gulma terjadi pada umur 20-45 hari setelah tanam. Rata-rata bobot tongkol jagung tertinggi terjadi pada perlakuan pengendalian gulma pada minggu ketiga setelah tanam yaitu 126.67 gr.
Copyrights © 2024