Tujuan penelitian ini adalah menganalisis wacana spontan remaja dalam konteks perundungan di sekolah untuk memahami pandangan mereka terhadap perilaku perundungan dan upaya penanganannya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan desain one group pre-test and post-test serta skala kesadaran anti-bullying. Psikoedukasi diberikan melalui materi tentang jenis-jenis pelaku perundungan, pengamat perundungan, dan korban perundungan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan skor keaktifan siswa dari rata-rata sebelum perlakuan (17.76) menjadi setelah perlakuan (22.66), dengan korelasi yang signifikan sebesar 0.673. Kesimpulan dari penelitian ini adalah psikoedukasi efektif dalam meningkatkan kesadaran anti-bullying remaja dan dapat menjadi langkah awal dalam mengatasi perundungan di sekolah.
Copyrights © 2024