Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kedatangan misionaris ke daerah Doloksanggul, selain itu mengetahui Sejarah berdirinya dan perkembangan Gereja HKBP Simanullang di tahun 1904-1945. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalah dengan menggunakan metode historis yang melibatkan analisis kritis terhadap sumber-sumber sejarah. Proses ini meliputi empat langkah penting, yaitu Heuristik, Verifikasi, Interpretasi, dan Historiografi. Berdirinya Gereja HKBP Simanullang di Matiti, tidak lepas dari peran penting salah satu tokoh penting dan seorang misionaris dari Jerman yaitu, I.L Nomensen yang diberi gelar “Sang Apostel Batak” yang mengupayakan penyebaran agama Kristen Protestan bagi tanah batak salah satunya ialah daerah Humbang Hasundutan. Dimana Nomensen mengirim sesama misionaris bernama Pendeta Herling ke daerah Doloksanggul sekitar 1904. Kehidupan masyarakat matiti sebelum masuknya pengkabaran injil kental dengan penyembahan roh. Meskipun awalnya mendapat penolakan dari masyarakat, namun seiring berjalanya waktu ke kritenan pun diterima. Dan Seiring berjalanya waktu, dari tahun 1907 penduduk Matiti mau dibabtis, dan Perkembangan Jemaat HKBP Matiti semakin banyak.
Copyrights © 2024