Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit yang terjadi akibat rusaknya pankreas sehingga tidak dapat memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup atau tidak dapat menggunakan insulin secara efektif. Hal ini dapat meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh sehingga dapat memicu komplikasi DM. Untuk menghindari komplikasi tersebut diperlukan kontrol glikemik yaitu pemeriksaan kadar HbA1c secara rutin selama 3 bulan terakhir. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perbandingan kadar HbA1c pada Diabetes Mellitus Tipe 2 dengan komplikasi dan tanpa komplikasi. Desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasinya adalah seluruh pasien DM Tipe 2 di RSUD Bangil Pasuruan dengan metode random sampling sehingga diperoleh jumlah sampel sebanyak 60 pasien. Instrumen penelitian menggunakan data rekam medis pasien DM Tipe 2. Hasil analisis data menggunakan uji t diperoleh hasil perbandingan kadar HbA1c pada pasien DM dengan komplikasi dan tanpa komplikasi p = 0,000. Pasien DM dengan hiperglikemia yang tidak terkontrol dalam jangka panjang berisiko mengalami hipotensi, Infark CVA, dan kaki diabetik. Kadar glukosa darah yang tinggi menyebabkan perubahan jaringan saraf sehingga perlu dilakukan pemeriksaan kadar HbA1c secara rutin.
Copyrights © 2024