Era globalisasi dan kebangkitan budaya populer Korea Selatan, terutama K-pop, telah membuka peluang bagi terciptanya “Fandom-driven Global Cultural Exchange” dimana penggemar berperan sebagai katalis dalam pertukaran budaya global. Penelitian ini fokus pada komunitas penggemar TWICE di Indonesia, dikenal sebagai ONCE, dan peran mereka dalam mempengaruhi pariwisata budaya dan ekonomi di Korea Selatan. Melalui metode kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana aktivitas fandom, yang melebihi kecintaan pada musik, mendukung diplomasi budaya, memperkuat soft power Korea, dan meningkatkan pariwisata serta ekonomi melalui konsumsi barang dagangan dan pengalaman wisata. Penelitian ini mengungkap bagaimana ONCE, komunitas penggemar TWICE di Indonesia, secara aktif memperkaya tatanan sosial dan budaya dengan mengadopsi dan mempromosikan aspek-aspek budaya Korea, sehingga melampaui batasan fandom konvensional. Lebih dari sekadar mendukung idola, mereka telah memainkan peran dalam memperkuat identitas budaya global dan menciptakan jaringan global yang mendukung pertukaran budaya. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kesadaran budaya tapi juga menjadi katalis pertumbuhan ekonomi, dengan partisipasi dalam konsumsi produk terkait TWICE dan pengalaman wisata yang secara langsung mendukung pariwisata dan hiburan di Korea Selatan. Hal ini menegaskan pentingnya fandom dalam diplomasi budaya global dan menyoroti kontribusi mereka terhadap dinamika ekonomi, memperlihatkan bahwa pengaruh kebudayaan populer Korea—melalui kekuatan komunitas penggemar—tidak hanya memperkuat hubungan sosial tetapi juga berkontribusi signifikan pada pertukaran ekonomi internasional.
Copyrights © 2024