Pendahuluan : Produksi Air Susu Ibu (ASI) yang kurang pada hari-hari pertama masa nifas selalu menjadi pemicu bayi baru lahir diberikan susu formula yang akhirnya mengakibatkan tidak tercapainya ASI eksklusif, yang mana ASI eksklusif sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. United Nations International Children's Emergency Fund (UNICEF) Pada Tahun 2019 memperkirakan sekitar 80 juta orang ibu nifas mengalami Gangguan pada Produksi ASI. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan penulis di Puskesmas Rawat Inap Sindangbarang, dari bulan oktober sampai dengan desember 2023, terdapat 18 ibu nifas yang bersalin di Puskesmas Rawat Inap Sindangbarang, terdapat 11 Ibu nifas yang mengalami gangguan produksi ASI. Tujuan : untuk mengkaji Efektivitas pemberian daun katuk dan pijat mermet terhadap produksi ASI pada ibu nifas di puskesmas rawat inap sindangbarang kecamatan sindangbarang kabupaten cianjur tahun 2024. Metode : penelitian ini kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada 2 orang responden yang mengalami produksi ASI yang kurang selama 14 hari menggunakan lembar observasi Hasil : reponden 1 diberikan perlakuan dengan pemberian sayur daun katuk 1x sehari dan responden 2 diberikan pijat mermet 1x sehari. Hasil dari penelitian ini adalah Produksi ASI respoden 1 sebelum diberikan daun katuk sebanyak 15 ml dan setelah diberikan daun katuk menjadi 60 ml, responden 2 sebelum diberikan pijat mermet sebanyak 10 ml dan setelah diberikan pijat mermet menjadi 40 ml. Kesimpulannya : daun katuk dan pijat mermet sama-sama dapat meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui akan tetapi pemberian daun katuk lebih efektif dibandingkan pemberian pijat mermet dengan selisih 15 ml pada produksi ASI hasil Pumping di hari ke 14 penelitian.
Copyrights © 2024