Ketika siswa mengembangkan kemampuan berpikir kritisnya, siswa akan memperoleh berbagai manfaat, termasuk peningkatan kemampuan belajar dan kepedulian terhadap perspektif orang lain. Seseorang dengan pemikiran kritis yang kuat memiliki pengetahuan yang luas, berpikir kritis mendatangkan banyak manfaat kepada siswa. Penelitian tindakan ini memiliki tujuan untuk menjelaskan bagaimana pembelajaran problem based learning mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Kelas VII A SMP Muhammadiyah 2 Jatinom merupakan subjek dalam penelitian dengan siswa perempuan 11 orang dan siswa laki-laki 13 orang. Lembar observasi serta tes proyek kelompok merupakan instrumen untuk mengumpulkan data pada penelitian tindakan ini. Metode analisis yang diterapkan untuk menganalisis data menggunkan deskriptif kuantitatif, dengan deskriptif presentase digunakan dalam pengolahan data. Rata-rata presentase pada pengamatan indikaator kemampuan berpikir kritis dari dua siklus bertambah dari 66% menjadi 82%, menunjukkan siswa mengalami peningkatan dalam berpikir kritis. Selama dua siklus yang telah berlangsung, peningkatan signifikan juga terjadi pada hasil belajar.
Copyrights © 2024