Kesempatan ABK untuk belajar di sekolah inklusi tidak lepas dari munculnya permasalahan. Anak yang bersekolah di sekolah inklusi tidak memiliki atau tidak menumbuhkan jiwa kemandirian. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memberikan scaffolding pada retardasi mental ringan. Untuk mencapai kemampuan mandiri terkait transaksi value for money, peneliti mengidentifikasi kemampuan awal, kesalahan dan menganalisis penyebab kesalahan serta merancang scaffolding yang tepat. Teknik pengumpulan data penelitian kualitatif meliputi metode tes, wawancara dan dokumentasi dengan proses triangulasi metode dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek mengalami kesalahan dalam memahami, menulis jawaban dan keterampilan mengolah dengan pemberian scaffolding yang berbeda-beda sesuai dengan jenis dan penyebab kesalahannya. Scaffolding yang berhasil membantu kesalahan Tunagrahita Ringan dalam mengenali nilai uang adalah scaffolding level 1 (Ketentuan Lingkungan) dan level 2 dengan jenis (Menjelaskan dan Penataan) dan scaffolding level 3 (Mengembangkan Pemikiran Konseptual)
Copyrights © 2024