Ketidakstabilan tegangan terutama terkait denganketidakseimbangan daya reaktif. Daya tahan bus dalam sistem dayatergantung pada dukungan daya reaktif yang dapat diterima busdari sistem. Karena sistem mendekati titik pembebanan maksimum(TPM) atau titik gangguan tegangan, dan panjang salurantransmisi maka kehilangan daya nyata dan reaktif meningkatdengan cepat. Oleh karena itu, daya dukung reaktif harus lokaldan memadai. Penelitian ini menganalisis pengaruh penggunaansalah satu jenis peralatan pengendali modern, Flexible ACTransmission System (FACTS) yaitu Static SynchronousCompensator (STATCOM), untuk peningkatan margin StabilitasTegangan Static. Representasi STATCOM AC dan DC yangdigunakan dalam proses Continuation Power Flow (CPF) dalamstudi stabilitas tegangan statis. Efektivitas metode yang diusulkantelah disimulasikan secara praktis pada sistem kelistrikan Bali 16-bus untuk menyelidiki peningkatan kapasitas pembebanan sistem.Dari simulasi yang dilakukan dengan memasang pengendalimodern tersebut di lokasi terbaik yaitu pada bus 02 ASARI, makapeningkatan margin daya tahan sistem hampir mencapai 7,8%dibandingkan kondisi base case yaitu sebesar λmax = 2,8185 p.udengan profile tegangan tidak berubah secara signifikan.Kata kunci: CPF, keruntuhan tegangan, titik pembebananmaksimum, STATCOM
Copyrights © 2024