Keanekaragaman kebudayaan melahirkan bentu-bentuk kesusastraan yang beraneka ragam. Salah satunya adalah kesusastraan Bugis. Karena itu, kesusastraan Bugis perlu digali dan dikenal sebagai unsur kebudayaan daerah yang harus diikut sertakan dalam usaha pembinaan kebudayaan nasional yang berbhineka tunggal ika. Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah “bentuk, makna, dan fungsi pappaseng dalam kehidupan masyarakat Bugis di Kelurahan Boepinang, Kecamatan Poleang, Kabupaten Bombana. Tujuan yang akan dicapai dari masalah tersebut adalah untuk mendeskripsikan bentuk, makna, dan fungsi pappaseng dalam kehidupan masyarakat Bugis di Kelurahan Boepinang, Kecamatan Poleang, Kabupaten Bombana. Jenis dan pendekatan penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif dan pendekatan kualitatif. Dari hasil analisis data yang dilakukan maka didapatkan beberapa bentuk pappaseng yaitu (1) Pappaseng dalam Bentuk Elong, (2) pappaseng dalam bentuk warekkada, dan (3) Pappaseng dalam bentuk percakapan. pappaseng adalah pesan orang tua-tua dahulu yang berisi petunjuk, nasihat, dan amanat yang harus dilaksanakan agar dapat menjalani hidup dengan baik. Pappaseng adalah karya sastra tradisional dan merupakan salah satu karya seni yang menggunakan bahasa sebagai media pemaparan, digunakan oleh masyarakat tertentu secara 1isan, turun-temurun, sifatnya sebagai amanat bahkan merupakan wasiat yang perlu dipatuhi dan diindahkan. Sedangkan fungsi pappaseng adalah (1) sebagai sarana atau media kontrol sosial, (2) sebagai sarana pelindung norma-norma kemasyarakatan, (3) sebagai sarana pendidikan, dan (4) sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.
Copyrights © 2016