Bahasa daerah sebagai bagian dari kebudayaan sangat penting bagi masyarakat pemakainya terutama sebagai alat komunikasi. Sehinnga memungkinkan saling pengertian dan saling membutuhkan dalam kehidupan dan keseharin. Selain itu. Melalui bahasa daerah akan terjalin rasa persatuan dan kesatuan antara masyarakat di daerah itu. Oleh karena itu, bahasa derah perlu dibina dan dikembangakan melalui usaha penelitian dari bebagai aspek kebahasaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, yaitu sebuah metode yang mendeskripsikan data yang menekankan kualitas (ciri-ciri data yang alami) sesuai dengan pemahaman deskriptif dan kealamian data yang diperoleh di lapangan. Bahwa dalam penggunaan metode deskriptif akan diperoleh gambaran data secara alamiah. Hasil Penelitian menunjukan, bahwa berdasarkan konsepnya, leksem-leksem yang mengandung medan makna rasa bahasa Moronene tidak selalu diungkapkan dengan sebuah leksem, atau dalam hal ini leksem Ø (zero atau kosong) dan leksem-leksem Ø ini, mengisis posisi atau lokasi yang menjadi superordinat dan subordinat.
Copyrights © 2016