Tujuan - Peneitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana falsafah hidup masyarakat Batak Toba di kota Pangkalpinang beserta makna leksikal dari falsafah tersebut. Makna leksikal ialah penyelidikan makna bahasa melalui leksem atau kata-kata (Chaer,2009:8). Makna leksikal umumnya juga disebut “makna kamus” karena mengacu kepada makna sesungguhnya yang terdapat didalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Desain / metodologi / pendekatan - Kualitatif menjadi metode dalam penelitian ini, Informan yang dipilih untuk diwawancarai oleh peneliti adalah orang yang cukup aktif dalam kegiatan adat masyarakat Batak Toba, rentang usia. 35-60 tahun, berdomisili di Kota Pangkalpinang. Temuan/ Hasil - Penelitian ini menghasilkan temuan yang diperoleh peneliti dalam berbagai kesempatan seperti,reuni keluarga, syukuran wisuda, dan arisan marga. Terdapat beberapa falsafah yang ditemukan dan menarik untuk dianalisis secara lebih lanjut melalui kajian ilmu semantic leksikal. Jadi, falsafah hidup masyarakat Batak Toba di Kota pangkalpinang masih terus dilestarikan meski jauh dari tanah leluhur. Leksem-leksem yang digunakan dalam falsafah ini bersifat metafora, yang menggambarkan pesan yang hendak disampaikan melalui falsafah-falsafah tersebut, Kata Kunci : makna leksikal;falsafah hidup;batak toba
Copyrights © 2021