Filsafat pada intinya berupaya menjelaskan inti, hakikat, atau hikmah mengnai sesuatu yang berada di balik objek formanya. Filsafat mencari sesuatu yang mendasar, asas, dan inti yang terdapat di balik yang bersifat lahiriah. Selanjutnya dapat digunakan dalam memahami ajaran agama, dengan maksud agar hikmah, hakikat atau inti dari ajaran agama dapat dimengerti dan dipahami secara saksama. Metode pengkajian dan pengembangan psikologi Islam dapat ditempuh melalui dua cara, yaitu: metode pragmatis adalah metode pengkajian atau pengembangan psikologi Islam yang lebih mengutamakan aspek praktis dan kegunaannya; dan metode idealistik adalah metode yang lebih mengutamakan penggalian psikologi Islam dari ajaran Islam sendiri dengan cara menggali premis mayor (sebagai postulasi) yang digali dari al-nash. Pendekatan falsafi adalah pendektan pengkajian psikologi Islam yang didasarkan atas prosedur berpikir spekulatif. Pendekatan falsafi ini tidak berarti meninggalkan nash, melainkan tetap berpegang teguh kepada nash, hanya saja cara memahaminya dengan mengambil makna esensial yang terkandung di dalamnya. Pendekatan falsafi mempunyai 4 cabang, yaitu: logika; metafisika; epistemologi; dan etika. Metode dalam pendekatan falsafi ada 3, yaitu: metode Socrates, metode dialektis, dan metode fenomenologi. Selain itu juga, ada 3 model pendekatan falsafi modern yaitu: pendekatan hermeneutika, pendekatan teologi-filosofis, dan pendekatan tafsir falsafi.
Copyrights © 2024