Pulau Serangan ditargetkan menjadi kampung kuliner, sehingga pemerintah merencanakan pembangunan kampung kuliner di pesisir Serangan. Di sisi lain Pulau Serangan juga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kawasan ekowisata. Keberadaan rumah makan apung menjadi inovasi fasilitas pendukung pariwisata dengan memanfaatkan potensi lahan tanpa merusak lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengkaji arsitektur rumah makan apung sebagai strategi pariwisata berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan menggambarkan dan menganalisis rumah makan terapung Pondok Bawang sebagai objek studi. Temuan dalam penelitian ini adalah rumah makan terapung Pondok Bawang telah menerapkan arsitektur ekologis melalui penggunaan kapal sebagai alternatif bangunan, struktur terapung, struktur amfibi, struktur panggung, ruang semi terbuka, dan perhatian terhadap kenyamanan dan pengalaman pengunjung. Temuan ini juga menjelaskan bahwa penerapan arsitektur ekologis pada rumah makan terapung sebagai strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan di Pulau Serangan melalui kualitas, kontinuitas, dan keseimbangan.
Copyrights © 2024