Abstrak. Jika mendengar pelecehan seksual banyak orang akan berfikir bahwa korban menggunakan pakaian yang terbuka, hal ini menarik perhatian penulis karena dalam pameran ‘Pakaian Penyintas Kekerasan Seksual’ ini pakaian yang diperlihatkan /dipamerkan merupakan pakaian yang tertutup tetapi mereka tetap mendapatkan pelecehan seksual. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana denotasi, konotasi, dan mitos yang terkandung dalam pakaian terakhir korban pelecehan seksual dalam pameran ‘Pakaian Penyintas Kekerasan Seksual’. Penulis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan semiotika Roland Barthes. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pada pameran ‘Pakaian Penyintas Kekerasan Seksual’ terdapat 10 setelan baju. Dari 10 setelan baju tersebut terdapat 7 setelan baju tertutup, 2 setelah baju terbuka, dan 1 setelan baju anak. Maka dapat disimpulkan bahwa pertama, tindakan pelecehan seksual bisa terjadi pada orang-orang yang berpakaian tertutup. Kedua, pakaian terbuka bisa menjadi salah satu penyebab tindakan pelecehan seksual. Ketiga, tidak hanya orang dewasa saja yang dapat menjadi korban, anak dibawah umur pun bisa menjadi korban pelecehan seksual.Kata Kunci : Pelecehan seksual, Semiotika, Teori Roland Barthes.
Copyrights © 2023