Frontier Agribisnis
Vol 7, No 2 (2023)

Persepsi Petani Terhadap Kinerja Penyuluh Pertanian di Kota Banjarbaru

Muhammad Afrizal Fadilah (Program Studi Agribisnis/Jurusan SEP, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat)
Mariani Mariani (Program Studi Agribisnis/Jurusan SEP, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat)
Luthfi Fatah (Program Studi Agribisnis/Jurusan SEP, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2023

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana persepsi petani terhadap kinerja penyuluh pertanian di kota Banjabaru dan mengetahui permasalahan yang dihadapi petani dalam pekerjaan penyuluh. Penelitian dilaksanakan dari September hingga Desember 2022 di mulai dari persiapan, pengumpulan data sampai dengan tahap penyusunan laporan. Pemilihan jumlah sampel petani wilayah binaan BPP Cempaka dengan proportionate sampling method. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 30 petani. Penentuan sampel terpilih pada GAPOKTAN menggunakan simple random sampling (acak sederhana). Data primer diperoleh dengan cara wawancara langsung kepada masyarakat yang terpilih dengan bantuan kuesioner. Data sekunder dalam penelitian ini bersumber dari Badan Pusat Statistik, Balai Penyuluh Pertanian, jurnal serta bahan bacaan pendukung. Analisis data yang digunakan menggunakan metode Skala Likert dan deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, dari persepsi petani mengenai hasil kinerja penyuluh pertanian Kota Banjarbaru tergolong, kategori sangat baik yaitu jumlah skor 6.021 dengan persentase 89,2%. Dimana 8 dari 9 indikator menyatakan bahwa kinerja petani kategorinya sangat baik. Hanya 1 indikator yang memiliki penilaian kinerja dengan kategori baik yaitu akses pasar, teknologi, sarana-prasarana serta pembiayaan. Permasalahan yang dialami petani selama kegiatan penyuluhan yaitu penyuluh kurang memberikan informasi mengenai kemitraan dan akses pemasaran sehingga petani memiliki kesulitan dalam memasarkan produknya. Selain itu, penyuluh berupaya meminimalisir biaya produksi petani namun hal tersebut belum terealisasi dengan baik karena petani mendapatkan modal sendiri dan bantuan yang diberikan hanya bibit sedangkan petani mengharapkan adanya bantuan pupuk. Sehingga meminimalisir biaya produksi sulit untuk dilakukan.

Copyrights © 2023






Journal Info

Abbrev

fag

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Economics, Econometrics & Finance Social Sciences

Description

Frontier Agribisnis adalah jurnal yang dikelola Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat. Tema jurnal ini mencakup agribisnis secara umum, meliputi: analisis penyediaan input pertanian, analisis usaha tani dan perkebunan, analisis pengolahan dan pemasaran hasil ...