Frontier Agribisnis
Vol 3, No 3 (2019)

Analisis Kelembagaan Perkebunan Kelapa Sawit Rakyat Pola Plasma untuk Meningkatkan Efisiensi dan Keberlanjutan Sawit Rakyat di Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut

Luthfi Fatah (Program Studi Agribisnis/Jurusan SEP, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat)
Muhammad Fauzi (Program Studi Agribisnis/Jurusan SEP, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat)



Article Info

Publish Date
01 Nov 2019

Abstract

Abstrak. Perkebunan kelapa sawit menjadi komoditas unggulan saat ini di Indonesia, hal ini terbukti dengan adanya perkembangan dan pertumbuhan kelapa sawit terus mengalami peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui apa saja lembaga yang terkait dengan perkebunan kelapa sawit rakyat pola plasma di Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut, mengetahui apa saja peranan yang dimiliki oleh lembaga tersebut, menganalisis berapa besar margin keuntungan yang diperoleh masing-masing lembaga dalam saluran tataniaga, dan mengetahui bagaimana prospek, efisiensi tataniaga, dan keberlanjutan usaha perkebunan sawit rakyat dengan adanya kelembagaan tersebut. Penelitianeini menggunakanrmetode deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Penelitian analisis deskriptif kualitatif meliputi lembaga dan peranan lembaga yang terkait dalam pelayanan perkebunan kelapa sawit rakyat, serta prospek dan keberlanjutan usaha perkebunan kelapa sawit yang dijelaskan secara deskriptif. Sedangkan analisis kuantitatif dilakukan melalui pendekatan margin tataniaga, farmer’s share, dan rasio keuntungan dan biaya. Lembaga yang terkait dengan perkebunan kelapa sawit antara lain PTPN XIII Pelaihari, KUD Sawit Makmur, Bank, Pemerintah Daerah, Dinas Perkebunan Kabupaten Tanah Laut, BPN Kalimantan Selatan, Pedagang Pengumpul dan Ketua Kelompok Tani. Peran lembaga dalam perkebunan kelapa sawit meliputi akses input, finansial, kelembagaan, lahan, informasi dan teknologi, serta akses pasar. Berdasarkan margin keuntungan disimpulkan bahwa saluran tataniaga I lebih menguntungkan petani dibanding saluran tataniaga II. Perkebunan kelapa sawit memiliki prospek yang bagus karena input yang diperlukan mudah didapatkan, output dan insentif yang diterima memuaskan bagi petani. Berdasarkan efisiensi tataniaga, saluran 1 dinilai lebih efisien karena memiliki margin tataniaga yang lebih rendah, farmer’s share yang lebih tinggi dan memiliki rasio keuntungan terhadap biaya yang lebih besar. Selain itu, usaha perkebunan kelapa sawit rakyat dapat berkelanjutan karena dampak lingkungan yang terjadi masih dapat di tanggulangi.Kata kunci: kelapa sawit, pola plasma, kelembagaan, efisiensi, keberlanjutan

Copyrights © 2019






Journal Info

Abbrev

fag

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Economics, Econometrics & Finance Social Sciences

Description

Frontier Agribisnis adalah jurnal yang dikelola Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat. Tema jurnal ini mencakup agribisnis secara umum, meliputi: analisis penyediaan input pertanian, analisis usaha tani dan perkebunan, analisis pengolahan dan pemasaran hasil ...