Frontier Agribisnis
Vol 4, No 1 (2020)

ANALISIS PEMASARAN PISANG TALAS DI KECAMATAN HALONG KABUPATEN BALANGAN

Norhasanah Norhasanah (Program Studi Agribisnis/Jurusan SEP, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat)
Mariani Mariani (Program Studi Agribisnis/Jurusan SEP, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat)
Rifiana Rifiana (Program Studi Agribisnis/Jurusan SEP, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat)



Article Info

Publish Date
01 Mar 2020

Abstract

Kabupaten Balangan merupakan Kabupaten penghasil pisang terbesar pertama dibandingkan kabupaten lainnya yaitu sebesar 243.715 kuintal.  Produksi buah pisang di Kabupaten Balangan merupakan produksi buah paling besar dibandingkan buah lainnya. Jenis pisang yang banyak ditanam  antara lain adalah pisang talas.  Pisang talas adalah salah satu jenis pisang khas Kalimantan Selatan yang memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan karena sangat disenangi oleh masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui saluran pemasaran, biaya, margin, keuntungan, farmer share, share harga, efisiensi pemasaran dan permasalahan yang dihadapi dalam peyaluran pisang talas dari produsen ke konsumen. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Data primer didapatkan  secara langsung dari responden menggunakan kuesioner. Sedangkan data sekunder didapatkan dari Badan Pusat Statistik Kalimantan Selatan  dan Dinas Pertanian Kabupaten Balangan. Dari hasil penelitian ini, Kecamatan Halong  memiliki tiga saluran yang melibatkan petani, pengumpul, pengecer, pedagang besar. Dimana lembaga-lembaga tersebut mempunyai berbeda-beda fungsi pemasarannya. Dari penelitian ini biaya pemasaran tertinggi di antara III saluran adalah saluran IIIb yaitu sebesar Rp  6.222/kg, biaya terkecil terdapat di saluran I di Kecamatan Halong sebesar Rp  740/kg. Margin terbesar  pada saluran I  Rp  9.794/kg dan  margin terkecil ada  di saluran II Rp  1.040/kg.  Keuntungan terbesar ada pada saluran tingkat I sebesar Rp 9.053/kg,  keuntungan terkecil ada di  saluran IIIb Rp  4.555/kg. adapun  farmer share  yang diterima petani tertinggi terdapat di saluran I sebesar 100%, terkecil pada saluran IIIa sebesar 23%. Share yang didapatkan oleh lembaga pemasaran tertinggi ada pada  saluran IIIa, yaitu ditingkat pedagang pengecer di Pasar Kalua sebesar 61%, terkecil ada di saluran IIIa yaitu ditingkat pedagang pengumpul sebesar 7%. Saluran pemasaran pisang talas paling efisiensi ekonomis terdapat di saluran I daerah  pasar Halong karena nilai efisiensi ekonomisnya paling kecil dan efisiensi teknis terdapat pada saluran II, karena nilai efisiensi teknisnya lebih kecil.Kata kunci: pisang talas, saluran pemasaran, margin, farmer share, efisiensi

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

fag

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Economics, Econometrics & Finance Social Sciences

Description

Frontier Agribisnis adalah jurnal yang dikelola Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat. Tema jurnal ini mencakup agribisnis secara umum, meliputi: analisis penyediaan input pertanian, analisis usaha tani dan perkebunan, analisis pengolahan dan pemasaran hasil ...