Saat ini penggunaan media sosial TikTok di Indonesia mencapai angka 92,2 juta pengguna,di hitung dari bulan juli jumlahnya meningkat dengan mayoritas pengguna usia 14-34 tahun. Membicarakan masalah seksualitas dan kesehatan reproduksi masih menjadi hal yang tabu bagi remaja, sehingga anak akan mencari dari berbagai sumber salah satunya media sosial tiktok, yang kebenarannya tidak semuanya dapat dipertanggung jawabkan dan mempengaruhi perilaku seksual remaja. Penelitian ini menggunakan metode kuatitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi pada penelitian ini adalah siswa-siswi kelas VII di SMPN 8 Batam sebesar 128 orang. Pengambilan sampel secara Purposive Sampling (Teknik Slovin) Pengumpulan data dengan observasi dan pembagian kuisioner. Uji statistik menggunakan uji parametrik Chi-square. Hasil analisis univariat mayoritas pengguna TikTok aktif sejumlah 32 orang (57,1%) dan mayoritas perilaku seksual pranikah remaja beresiko dengan jumlah 30 orang (53,6%). Hasil analisis bivariat terdapat hubungan antara penggunaan media sosial tiktok dengan dampak perilaku seksual pranikah pada siswa-siswi kelas VII SMP N 8 Batam. (p.value 0.009). Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan antara penggunaan media sosial tiktok dengan dampak perilaku seksual pranikah pada siswa-siswi kelas VII SMP N 8 Batam. Diharapkan agar pihak instusi pendidikan melakukan tindakan preventif dengan melakukan edukasi mengenai perilaku seksual pranikah pada siswa.
Copyrights © 2024