Demam berdarah merupakan penyakit menular yang disebarkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan menimbulkan risiko kesehatan yang signifikan secara global. Penelitian ini berupaya menerapkan strategi berorientasi masyarakat di wilayah Puskesmas Gembong untuk mengidentifikasi wadah jentik dan mencegah demam berdarah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas intervensi pendidikan dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat setempat tentang demam berdarah, memungkinkan mereka mengenali faktor-faktor risiko dan mengambil tindakan pencegahan yang tepat. Dengan menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan survei, penelitian ini dilakukan dengan pengumpulan data dengan penilaian pengetahuan Masyarakat mengenai identifikasi wadah jentik nyamuk. Analisis statistik menggunakan metode univariat dan uji McNemar untuk menilai perubahan tingkat pengetahuan pasca edukasi. Intervensi ini menunjukkan efektivitasnya dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan demam berdarah. Sebagian besar penduduk pada awalnya tidak mengetahui tatacara identifikasi jentik dan wadah yang seringkali menjadi lokasi jentik. Namun setelah mendapat edukasi, terjadi peningkatan yang signifikan (p=0,001). Pemahaman ini bertujuan supaya masyarakat dapat mengidentifikasi faktor risiko demam berdarah dan mengambil tindakan pencegahan yang tepat. Temuan penelitian ini menyoroti peran penting pendidikan yang berfokus pada masyarakat dalam meningkatkan pengetahuan tentang identifikasi dan pencegahan demam berdarah. Dengan membekali individu dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan, mendorong masyarakat untuk mengenali faktor risiko demam berdarah dan mengambil langkah proaktif untuk mengurangi dampaknya.
Copyrights © 2024