Studi ini menyelidiki karakteristik dan kebutuhan anak berkebutuhan khusus (ABK) di SD Negeri Pitara 1, dengan fokus pada ragam disabilitas fisik, disabilitas mental, dan disabilitas sensorik. Penelitian melibatkan observasi dan wawancara terhadap guru untuk memahami tipe ABK yang ada dan bagaimana mereka diakomodasi dalam proses pembelajaran. Hasil menunjukkan mayoritas ABK di sekolah tersebut mengalami gangguan disabilitas intelektual, diikuti dengan gangguan disabilitas mental. Meskipun guru berusaha menyesuaikan pembelajaran, ditemukan kebutuhan untuk meningkatkan pelayanan pembelajaran dengan pengadaan guru pendamping, pelatihan untuk guru, dan kerja sama dengan orang tua. Temuan ini menyoroti pentingnya pemahaman dan dukungan yang tepat untuk membantu ABK mencapai potensi penuh mereka dalam pembelajaran.
Copyrights © 2024