Retorik: Jurnal Ilmu Humaniora
Vol 11, No 2 (2023)

Stand Up Sinden: Komodifikasi Dalam Pertunjukan Wayang Kulit dan Live Streaming Youtube

Allasso, Elisha Orcarus (Unknown)



Article Info

Publish Date
31 Dec 2023

Abstract

Pembuatan konten Youtube dan pembuatan live streaming wayang dalam kanal pribadi dalang menjadi salah satu usaha dalang untuk mendapatkan massa dan memperluas konsumen. Penampilan pertunjukan sinden yang berdiri, berdialog, menyanyi dan berjoget di tengah-tengah jalannya pertunjukan wayang kulit menjadi daya tarik tersendiri untuk khalayak penggemar tontonan wayang kulit (dalam artikel ini kemudian menggunakan istilah “stand up sinden”). Artikel ini secara garis besar akan membahas mengenai bentuk komodifikasi yang terjadi pada fenomena stand up sinden pertunjukan Wayang Ki Seno Nugroho (KSN) dalam media Youtube. Pembahasan ini bertujuan untuk melihat bentuk komodifikasi yang terjadi pada fenomena stand up sinden dan dampaknya ke depan, utamanya dalam dunia seni pertunjukan wayang kulit. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data dokumen (pribadi dan situs kanal media sosial Youtube), wawancara, dan observasi partisipasi yang dilakukan penulis sendiri. Komodifikasi yang terjadi pada fenomena stand up sinden pada pertunjukan wayang kulit KSN memiliki kesesuaian dengan pemikiran Vincent Mosco mengenai komodifikasi dengan tiga aspek: komodifikasi konten, komodifikasi khalayak, dan komodifikasi pekerja. Dari ketiga aspek, komodifikasi konten adalah bentuk komodifikasi yang dirasa paling dominan dalam pertunjukan KSN, terlebih untuk stand up sinden. Fenomena stand up sinden sebagai trend komodifikasi pada pertunjukan wayang kulit membuat para seniman lain melakukan berbagai upaya untuk mengikuti standar pertunjukan dengan level yang sama. Komodifikasi yang terjadi pada pertunjukan KSN, di satu sisi dapat mempermudah dan memberi kesenangan atas tercapainya laris yang didambakan para seniman pertunjukan. Di sisi lain, pertunjukan yang mengarah pada komodifikasi ini mengikis kesadaran objektif khalayak dikarenakan logika instrumental/media, dan hal-hal yang cepat populer ini juga akan cepat ditinggalkan oleh arus peminatan baru untuk industri kreatif lain. Pengaruh komodifikasi ini juga membuat karya seniman tertuang atas acuan kemauan khalayak dan bisa jadi menindas kemauan dirinya sendiri.

Copyrights © 2023






Journal Info

Abbrev

Retorik

Publisher

Subject

Arts Humanities Education Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences

Description

Retorik: Jurnal Ilmu Humaniora was founded in 2001 with the aim of seeking a new scientific ethos in the humanities with an interdisciplinary, political, and textual spirit. It was, and still remains, the aspiration of Retorik to foster humanities research with a scientific ethos capable of ...