Penelitian ini mengkaji teori belajar dari tiga sudut pandang, filsafat, psikologi, dan la-Qur’an. Metode penelitian ini adalah kualitatif-maudhu’i, dan jenisnya adalah penelitian pendidikan. Basis datanya adalah riset kepustakaan. Data dianalisis dengan menggunakan teknik Miles dan Hubermans. Teori yang dipakai menganalisa data adalah teori belajar. Temuan penelitian ini menunjukkan: pertama, teori belajar menurut filsafat adalah tentang mengetahui dan berperilaku yang positif, sesuai dengan nilai moral tradisional, dan berkontribusi secara positif pada masyarakat. Kedua, belajar menurut psikologis memiliki persamaan dengan filsafat, yaitu sebagai perilaku positif yang berkontribusi pada tatanan sosial yang lebih baik. Tetapi, psikologi juga memperluas pandangannya, bahwa belajar adalah kinerja otak dan proses pengelolan informasi di dalam otak manusia. Ketiga, belajar menurut Qur’an memiliki kesamaan dengan filsafat dan psikologi, tentang menggalai potensi dan ilmu pengetahuan, berperilaku positif yang bermanfaat bagi masyarakat. Hanya saja, al-Qur’an memberikan penekanan pada larangan belajar ilmu yang merugikan masyarakat. Temuan-temuan dalam penelitian ini berkontribusi pada pengayaan khazanah keilmuan di empat bidang, filsafat, psikologi, pendidikan, dan tafsir Qur’an
Copyrights © 2023