Penelitian ini dilatarbelakangi oleh munculnya berbagai konflik yang dilandasi oleh motif-motif keagamaan. Maka penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana membentuk pendidikan agama Islam yang berwawasan pluralisme agama. Studi ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan teknik content analysis. Sumber data penelitian berupa literatur yang berkaitan dengan permasalahan penelitian, kemudian di analsis dengan tiga langkah analisis; reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 4 faktor penyebab kegagalan pendidikan agama dalam menumbuhkan pluralisme yaitu: 1) penekanannya pada proses transfer ilmu agama ketimbang pada proses transformasi nilai-nilai keagamaan dan moral kepada anak didik; 2) sikap bahwa pendidikan agama tidak lebih dari sekedar sebagai “hiasan kurikulum†belakang yang dipandang sebelah mata; 3) kurangnya penekanan pada penanaman nilai-nilai moral yang mendukung kerukunan antaragama, dan 4) kurangnya perhatian untuk mempelajari agama-agama lain. Pendidikan agama Islam, di samping bertujuan untuk memperteguh keyakinan pada agama peserta didik, juga harus diorientasikan untuk menanamkan empati, simpati dan solidaritas terhadap sesama. Maka, dalam hal ini, semua materi buku-buku yang diajarkannya tentunya harus menyentuh tentang isu pluralitas. Dari sinilah kemudian kita akan mengerti urgensinya untuk menyusun bentuk kurikulum pendidikan agama berbasis pluralisme agama.
Copyrights © 2022