Bangsa Indonesia sedang giat membangun. Diperlukan konsepsi pembangunan yang mendukung ke arah itu, termasuk di dalamnya pembangunan keagamaan yang sinergis. Moderasi beragama yang digulirkan Kementerian Agama patut didukung semua pihak untuk penguatannya. Sekolah adalah bagian dari subjek utama kaum milenial ke arah penguatan moderasi beragama ini. Fokus penelitian mengacu kepada keunggulan asset pada komunitas lokasi penelitian di organisasi intra sekolah lembaga pendidikan. Tujuan penelitian untuk meningkatkan penguatan moderasi beragama dilihat dari peran serta siswa, respons peserta, dan capaian hasil peningkatan moderasi beragama. Metodologi penelitian ini merupakan proses logis secara campuran antara kualitatif dan kuantitatif. Subjek penelitian diminta mengikuti wawancara secara terstruktur menggunakan instrumen quesioner digital sebagai proses kuantitiaf dan wawancara langsung secara terbuka sebagai proses kualitatif. Sebanyak 100 siswa ini mengikuti penyuluhan penguatan moderasi beragama. Dan terdapat 700 siswa yang tidak mengikuti penyuluhan moderasi, namun mereka mengisi instrumen sebelum penyuluhan moderasi beragama. Hasil penelitian menunjukkan adanya inspirasi dan arah untuk melaksanakan penguatan moderasi beragama melalui organisasi intra sekolah. Mereka pun merasa senang dan mendapat manfaat dari adanya penyuluhan penguatan moderasi beragama: 69% sangat senang, 16% senang. Terdapat peningkatan indeks moderasi beragama sebesar 15 point semula 67 menjadi 82.
Copyrights © 2023