Diglossia
Vol. 4 No. 2 (2013): April

LILIS SURYANI’S “GANG KELINCI” AS A REFLECTION OF SOCIAL REALITIES IN INDONESIA (1957–1965)

CHRIS WOODRICH (UGM)



Article Info

Publish Date
24 Apr 2013

Abstract

Chris Woodrich Universitas Gadjah Mada chris_woodrich@hotmail.com   Abstract Music does not live in a vacuum. It is forever growing and mutating, at once reflecting and creating social realities in the culture which birthed it, be they historical developments or contemporary conditions. The song “Gang Kelinci”, written by Titiek Puspa and sung by Lilis Suryani, provides an interesting case in point: its lyrics provide a stark portrayal of the suffering of the Indonesian lower class during the Guided Democracy period (1957–1965).This is only emphasised by its whimsical imagery and jaunty music, which was used to avoid censorship during the totalitarian Guided Democracy period. Key Words: gang kelinci, Lilis Suryani, Titiek Puspa   Abstract Musik tidak berada dalam suatu vakum. Ia selalu berkembang dan berubah, mencerminkan dan menciptakan realitas sosial dalam budaya yang telah melahirkannya, baik perkembangan historis maupun keadaan kontemporer. Lagu “Gang Kelinci”, yang ditulis oleh Titiek Puspa dan dinyanyikan Lilis Suryani, menjadi salah satu contoh yang menarik: lirik lagu ini menawarkan gambaran kesengsaraan yang dialami masyarakat kelas bawah Indonesia selama periode Demokrasi Terpimpin (1957–1965). Ini semakin ditekankan dengan pencitraannya yang fantastis dan musik yang gembira, yang digunakan untuk menghindari penyensoran dari pemerintah totaliter demokrasi terpimpin. Kata Kunci: gang kelinci, Lilis Suryani, Titiek Puspa

Copyrights © 2013






Journal Info

Abbrev

diglosia

Publisher

Subject

Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan diterbitkan oleh Fakultas Bahasa dan Sastra ...