Industri Tahu Bintang merupakan UKM yang memproduksi makanan yaitu Tahu dengan menggunakan 6 tenaga kerja produksi dan rata-rata produksi harian sebesar 450 kg. Penelitian ini dilakukan pada proses produksi tahu dengan urutan proses kerja yaitu Proses perendaman (elemen 1), proses pencucian dan penggilingan (elemen 2), proses perebusan (elemen 3), proses penyaringan (elemen 4), proses Proses Pemberian cuka dan pemisahan sari kedelai dengan cuka (elemen 5), dan Proses Pencetakan dan pemotongan (elemen 6). Latar belakang penulisan skripsi ini dikarenakan adanya informasi dari pemilik usaha terkait dengan beban kerja dari pekerja yang tidak optimal sehingga pemilik ingin mengetahui jumlah tenaga kerja optimal dan adanya peningkatan permintaan pada event tertentu yang menyebabkan penyesuaian-penyesuaian untuk memenuhi target produksi. Berdasarkan permasalahan tersebut maka perlu dilakukan mengenai analisis beban kerja, dan penentuan jumlah tenaga kerja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi Stopwacth Time Study, Work Load Analysis (WLA), dan Work Force Analysis (WFA). Dengan menggunakan metode WLA dan WFA, didapatkan data-data dari tiap elemen yaitu pada elemen 1 waktu baku yang dimiliki yaitu 98,19 detik dengan WLA 2,05 dan WFA 2,05, pada elemen 2 waktu baku yang dimiliki yaitu 573,96 detik dengan WLA 1,79 dan WFA 1,79, pada elemen 3 waktu baku yang dimiliki yaitu 179,25 detik dengan WLA 0,56 dan WFA 0,56, pada elemen 4 waktu baku yang dimiliki yaitu 293,28 detik dengan WLA 0,92 dan WFA 0,92, pada elemen 5 waktu baku yang dimiliki yaitu 575,91 detik dengan WLA 1,8 dan WFA 1,8, pada elemen 6 waktu baku yang dimiliki yaitu 766,07 detik dengan WLA 2,39 dan WFA 2,39.
Copyrights © 2024