Industri makanan saat ini semakin banyak menggunakan jamur sebagai bahan utama karena jamur dapat diolah menjadi makanan enak dan sehat. Popularitas jamur juga meningkat, terutama di kalangan vegetarian yang mencari alternatif pengganti daging. Tingginya permintaan konsumen terhadap jamur menuntut perhatian perusahaan tidak hanya pada kuantitas tetapi juga kualitas produk. CV Jamur Kita Sukabumi, sebagai produsen jamur, menghadapi tantangan dalam bentuk produk cacat pada baglog jamur yang persentasenya melebihi target perusahaan. Menanggapi hal tersebut CV Jamur Kita Sukabumi mencari solusi untuk mengatasi permasalahan produk cacat tersebut demi menjaga kualitas dan reputasi perusahaannya. Maka dari itu penelitian ini dilakukan pada CV Jamur Kita Sukabumi untuk mengendalikan kualitas produksi dengan menggunakan metode Six Sigma dan alat implementasi Kaizen 5W+1H untuk mengatasi permasalahan tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan jenis cacat yang dominan terjadi pada baglog jamur yaitu miselium jamur tidak tumbuh dan baglog jamur terkontaminasi. Usulan perbaikan yang dapat dilakukan dibuat berdasarkan faktor-faktor penyebab terjadinya kecacatan yang terdiri dari faktor manusia, mesin, material, metode, dan lingkungan. Tingkat sigma pada CV Jamur Kita Sukabumi yaitu sebesar 3,80330 dan meningkat menjadi 3,92370 setelah dilakukan perbaikan.
Copyrights © 2023