DESKOVI : Art and Design Journal
Vol. 7 No. 1 (2024): JUNI 2024

MAKNA DAN PERUBAHAN RUPA BONEKA WAYANG SEMAR PADA WAYANG JEKDONG JAWA TIMUR

Alfian Candra Ayuswantana (Desain Komunikasi Visual, Fakultas Arsitektur dan Desain Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur)
Lutfi Tri Atmaji (Desain Komunikasi Visual, School of Design, Universitas Bina Nusantara)
Diana Aqidatun Nisa (Desain Komunikasi Visual, Fakultas Arsitektur dan Desain Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur)
Pungky Febi Arifianto (Desain Komunikasi Visual, Fakultas Arsitektur dan Desain Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur)



Article Info

Publish Date
20 Jun 2024

Abstract

Indonesia merupakan sebuah negara besar dengan beragam suku dan kebudayaan yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Berbeda daerah dan suku maka berbeda pula kebudayaan yang ada termasuk artefak budaya yang ada di masyarakat Indonesia. Sebuah artefak budaya senantiasa mencerminkan nilai-nilai Masyarakat pembuatnya. Hal ini tidak terkecuali dalam kesenian wayang Jekdong sebagai hasil karya Masyarakat budaya Arek, Masyarakat budaya Arek sebagai sub-budaya provinsi Jawa Timur memiliki kekhasan  budaya dan salah satu produk dari budaya arek adalah wayang Jekdong dimana boneka wayang Jekdong Semar menjadi cermnan akan nilai-nilai budaya Arek. Penelitian ini melibatkan penelusuran boneka wayang Semar dalam tiga spesimen yang berbeda dari tiga tahun pembuatan. Hal tersebut dalam rangka mengulik nilai cerminan masyarakat budaya Arek yang dipertahankan. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi spesimen wayang Jekdong tiga periode produksi yang berbeda dengan menggunakan gaya wayang Jekdong Porongan koleksi Ki Wardono dan salah satu sumber yang tidak dapat disebutkan. Perbedaan-perbedaan yang tampak pada boneka wayang Semar dipengaruhi oleh beberapa faktor utama yang melatar belakangi. Faktor tersebut antara lain adalah faktor karakteristik budaya Arek yang cenderung lugas dan faktor pengaruh nilai-nilai islam. Indonesia is a large country with diverse ethnicities and cultures spread from Sabang to Merauke. Different regions and ethnicities have different cultures, including cultural artifacts in Indonesian society. A cultural artifact always reflects the values of the community that creates it. This is no exception in the art of Jekdong puppetry, a product of the cultural community of Arek. Arek, as a subculture of East Java province, has its own cultural distinctiveness, and one of the products of Arek culture is the Jekdong puppet, where the Jekdong Semar puppet serves as an embodiment of Arek cultural values. This research involves the examination of the Semar puppet in three different specimens from three different production years. This is done to explore the values reflecting the Arek cultural community that are preserved. The research method used is the observation of Jekdong puppet specimens from three different production periods, using the Jekdong Porongan puppet style collection of Ki Wardono and another source that cannot be mentioned. The differences observed in the Semar puppet are influenced by several main underlying factors. These factors include the characteristics of Arek culture, which tend to be straightforward, and the influence of Islamic values  

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

deskovi

Publisher

Subject

Arts

Description

DESKOVI : Art and Design Journal is a journal published officially by Universitas Maarif Hasyim Latif. The topics in DESKOVI cover the results of study and creation that can broaden knowledge in the field of art and design in general with a focus on the topic of design processes, design methodology, ...