Penelitian ini berfokus untuk mengidentifikasi kalimat aktif dan pasif dalam satua Sugih teken I Tiwas dan cerminan budaya yang tergambar dari kalimat aktif dan Pasif. Satua adalah cerita Bali yang juga memiliki bentuk-bentuk kalimat aktif maupun pasif yang berkaitan dengan budaya. Sumber data yang digunakan adalah sebuah teks cerita bali atau satua I sugih teken I Tiwas dalam Bahasa Bali. Pengumpulan data menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik simak dan catat yang berfokus pada identifikasi kalimat aktif dan pasif. Teori dari Ting-Toomey digunakan dalam penelitian ini dimana masyarakat yang terbagi kedalam kelompok-kelompok itu kemudian melakukan identifikasi kultural (cultural identification), yaitu masing-masing orang mempertimbangkan diri mereka sebagai representasi dari sebuah budaya partikular. Hasilnya adalah bahwa identifikasi kalimat aktif dan pasif yang digunakan dalam satua I Sugih Teken I Tiwas memiliki representasi dari sebuah cerminan budaya. Cerita ini mencerminkan berbagai aspek budaya Bali, termasuk hubungan sosial, nilai-nilai masyarakat, dan struktur sosial. Konflik antara I Sugih dan I Tiwas menyoroti perbedaan kelas sosial, etos kerja, dan pentingnya keharmonisan dalam komunitas
Copyrights © 2023