Artikel ini menganalisa tingkat kebutuhan siswa dan tuntutan masyarakat (guru, orang tua) terhadap predikat ranking kelas di RA Miftahul Huda dan RA Al-Hilal yang berlokasi di Desa Ellak Laok, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep. Artikel ini memakai pendekatan kualitatif, jenis penelitian studi kasus dan termasuk penelitian lapangan. Hasil penelitian menemukan: Pertama, rata-rata anak PAUD mengaitkan ranking dengan pemberian hadiah yang bersifat konkret, bukan prestasi belajar yang bersifat abstrak. Kedua, sebagian guru PAUD menyetujui sistem ranking dengan alasan untuk memotivasi belajar sekaligus tradisi yang turun-temurun, sedangkan sebagian guru PAUD lainnya tidak menyetujui sistem ranking dengan alasan mendiskriminasikan potensi siswa yang beraneka-ragam. Ketiga, mayoritas orang tua selaku wali murid PAUD tidak menyetujui sistem ranking bagi anaknya yang masih usia dini, karena dapat membebani anak maupun orang tuanya. Implikasinya, sistem ranking yang masih diterapkan di RA Miftahul Huda dan RA Al-Hilal, disarankan ditinjau ulang, demi memenuhi kebutuhan anak dan tuntutan masyarakat, sebagaimana tersaji pada artikel ini.
Copyrights © 2022