Masalah stunting merupakan permasalahan gizi yang mencerminkan adanya masalah gizi yang bersifat kronis karena kekurangan asupan gizi dalam jangka waktu yang cukup lama dan mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak, terutama tinggi badan anak yang lebih rendah atau pendek dari standar usianya. Stunting pada balita dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, dan dua faktor utama yang perlu dipertimbangkan adalah asupan nutrisi yang tidak memadai dan penyakit infeksi. Asupan nutrisi yang kurang baik, terutama pada periode kritis pertumbuhan, dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan dan penyakit infeksi dapat menghambat penyerapan nutrisi, memperburuk status gizi anak. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan asupan nutrisi dan riwayat penyakit infeksi dengan stunting pada Balita. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Sampel penelitian terdiri dari 97 balita yang mengalami stunting, dipilih melalui total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan microtoise, sedangkan analisis data dilakukan dengan metode univariat, bivariat menggunakan chi-square. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa variabel asupan nutrisi (p-Value: 0.011), riwayat penyakit infeksi (p-Value: 0.018), memiliki nilai P-Value < 0.05, menunjukkan adanya hubungan yang signifikan asupan nutrisi dan riwayat penyakit infeksi dengan stunting. Ada hubungan asupan nutrisi, riawayat penyakit infeksi dengan stunting. Diharapkan para orang tua balita, untuk memberikan perhatian yang lebih terhadap kondisi kesehatan balita dengan menerapkan pola pengasuhan yang baik, memberikan asupan nutrisi yang sesuai dan menjaga sanitasi lingkungan balita agar balita tidak rentan terkena penyakit infeksi
Copyrights © 2024