Hipertensi terkenal dengan sebutan the silent killer. Hipertensi yang tidak tertangani dengan baik dapat berakibat terjadinya komplikasi seperti gagal jantung, gagal ginjal maupun penyakit serebrovaskular. Kematian akibat Penyakit Tidak Menular (PTM) di Indonesia cenderung mengalami peningkatan. Prevalensi pasien hipertensi di Bandar Lampung pada tahun 2018 mencapai 36,77%. Angka ini menempatkan kota Bandar Lampung di peringkat ke-5 dari total 15 kabupaten/kota yang ada di Provinsi Lampung. Salah satu indikator keberhasilan terapi ialah kepatuhan pasien dalam melaksanakan pengobatan. Ironinya tingkat kepatuhan minum obat pasien hipertensi hanya 54.4%. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara karakteristik sosiodemografi terhadap kepatuhan minum obat antihipertensi pada pasien hipertensi di Puskesmas Rajabasa Indah Bandar Lampung. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ialah seluruh pasien yang didiagnosis Hipertensi di Puskesmas Rajabasa Indah Kota Bandar Lampung periode April hingga Juli 2023. Sampel adalah populasi yang memnuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Teknik pengambilan sampel dengan mengunakan purposive sampling. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis. Analisis data dalam penelitian ini terdiri dari analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan faktor sosiodemografi yang berkorelasi dengan kepatuhan adalah variabel usia (p=0.159), Pendidikan (p= 0.002), pekerjaan (p=0.000), pendapatan (p=0.000) dan status pernikahan (p=0.005). Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara variabel usia, pendidikan, pekerjaan, pendapatan dan status pernikahan terhadap variabel kepatuhan minum antihipertensi (p < 0.05).
Copyrights © 2024