Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana mutu pelayanan kesehatan ibu dilihat dari rasio persalinan normal dan rasio persalinan sectio caesarea serta persalinan yang diikuti dengan adanya gangguan postpartum. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional menggunakan data sekunder yaitu data sampling BPJS Kesehatan tahun 2022. Data yang dianalisis merupakan data peserta yang mendapatkan pelayanan persalinan serta mengalami gangguan post partum dengan menggunakan kode diagnosa berdasar International Classification Disease(ICD) X tahun 2010, sampel diambil dengan metode stratified random sampling. Penelitian menunjukkan bahwa persalinan tahun 2022 sebanyak 1.062.351 atau 66,1% secara sectio caesarea dan 544.904 atau 33,9% adalah persalinan normal. Gangguan post partum ditemukan pada persalinan normal sebanyak 14.173 atau 2,6% dan pada persalinan secara sectio caesarea didapatkan gangguan post partum sebanyak 4.049 atau 0,4%. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kejadian gangguan post partum berhubungan signifikan dengan cara persalinan, segmen peserta, kepemilikan faskes, severity level atau tingkat keparahan peserta saat rawat inap di rumah sakit, kelompok LOS( Length of stay), kelompok usia dan wilayah regional. Gangguan postpartum pada persalinan normal paling banyak disebabkan oleh retensio plasenta dan perdarahan. Meskipun gangguan post partum lebih sedikit terjadi pada persalinan sectio caesarea bukan berarti persalinan sectio caesarea lebih baik dari persalinan normal karena tindakan sectio caesarea pertama kali akan meningkatkan kejadian ruptur uteri, plasenta previa atau akreta, dan bahkan kehamilan ektopik dimana semua komplikasi yang dapat mempengaruhi kehamilan berikutnya.
Copyrights © 2024